Balai Teknik Lalu Lintas dan Lingkungan Jalan

Asep Sunandar, ST.MT

Asep Sunandar, ST.MT

Peneliti Non Fungsional, Balai Teknik Lalu Lintas dan Lingkungan Jalan

Implementasi teknologi rumput vetiver di lereng ruas jalan Lingkar Nagreg

Ditulis oleh Asep Sunandar, ST.MT
Asep Sunandar, ST.MT
Peneliti Non Fungsional, Balai Teknik Lalu Lintas dan Lingkungan Jalan
User is currently offline
on Jumat, 30 Desember 2011
in Berita Kegiatan Penelitian Litbang Tematik
Implementasi teknologi rumput vetiver di lereng ruas jalan Lingkar Nagreg Kabupaten Bandung sudah selesai, tanggal 9 Nopember 2011. Saat ini teknologi ini sudah memasuki tahap pemeliharaan selama 6 bulan pasca konstruksi (penanaman). Implementasi dilakukan pada kiri dan kanan lereng jalan Lingkar selatan sepanjang 400 m atau seluas 6300 m2. Teknologi rumput vetiver ini diharapkan dapat mengurangi masalah erosi yang terjadi pada lereng jalan tersebut....
Dibaca: 222 kali Baca Selengkapnya
Beri rating pada artikel ini

Seminar International Green Road Construction

Ditulis oleh Asep Sunandar, ST.MT
Asep Sunandar, ST.MT
Peneliti Non Fungsional, Balai Teknik Lalu Lintas dan Lingkungan Jalan
User is currently offline
on Minggu, 30 October 2011
in Berita Kegiatan Penelitian Litbang Tematik
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan pada Tanggal 4 Oktober 2011 telah melaksanakan Seminar Internasional tentang Green Road Construction. Seminar dibuka oleh Ir. Mohammad Hasan, Dipl,HE selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, sedangkan keynote speech disampaikana dari Dirjen Tata Ruang. Menyambung kegiatan seminar internasional tersebut, pada tanggal 5 Oktober 2011 dilaksanakan juga Workshop Internasional tentang Vetiver Systems. Kegiatan ini dihadiri 180 peserta yang berasal dari praktisi, stakeholder, akademisi, instansi dilingkungan ke PU-an, dan lembaga lainnya. Peserta dari negara asing yang menjadi pembicara atau nara sumber dalam kegiatan seminar dan workshop internasional antara lain Korea, Afrika Selatan, Australia, Thailand, China, Vietnam, dan India. Seminar dan workshop internasional ini berhasil merumuskan deklarasi bersama yang kedepannya diharapkan menjadi suatu wadah untuk sharing informasi terkait dengan green road construction dan vetiver system....
Dibaca: 156 kali Baca Selengkapnya
Beri rating pada artikel ini

Pengaruh Sistem Pengepakan terhadap Kualitas Rumput Vetiver

Ditulis oleh Asep Sunandar, ST.MT
Asep Sunandar, ST.MT
Peneliti Non Fungsional, Balai Teknik Lalu Lintas dan Lingkungan Jalan
User is currently offline
on Minggu, 17 Juli 2011
in Kelompok Litbang Inovatif
vetiver update 2011 Pemanfaatan rumput vetiver sebagai salah satu teknologi penanganan erosi atau longsoran dangkal jalan pada saat ini sudah mulai banyak diterapkan baik itu di luar negeri maupun di Indonesia. Keberhasilan dari teknologi ini salah satunya sangat ditentukan dengan kualitas rumput vetiver yang ada. Untuk lokasi aplikasi teknologi yang jauh dari tempat tersedia rumput vetiver, sistem pengiriman dan pengepakan bibit menjadi faktor yang berpengaruh dalam mempertahankan kualitas bibit agar tetap tumbuh dengan baik di lokasi aplikasi. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan sistem pengepakan yang tepat guna memperkecil angka kematian dari rumput vetiver yang dikirim sampai lokasi aplikasi. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Sistem pengepakan dirancang dalam wadah tertutup dan berlubang udara yang divariasikan terhadap lama penyimpanan sebagai pendekatan lamanya waktu pengiriman bibit rumput sampai lokasi aplikasi. Bibit vetiver yang disimulasi berupa bibit dalam polibag dan bibit slips. Dari hasil penelitian terlihat bahwa adanya perbedaan...
Dibaca: 667 kali Baca Selengkapnya
Beri rating pada artikel ini

Aplikasi Teknologi Rumput Vetiver

Ditulis oleh Asep Sunandar, ST.MT
Asep Sunandar, ST.MT
Peneliti Non Fungsional, Balai Teknik Lalu Lintas dan Lingkungan Jalan
User is currently offline
on Jumat, 30 Juli 2010
in Kelompok Litbang Inovatif
Sejalan dengan adanya fenomena pemanasan global dan perubahan iklim, pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman juga dihadapkan dengan tantangan seperti emisi, penurunan ketersediaan air, banjir, kekeringan, erosi/tanah longsor, dan intrusi air laut. Tantangan ini, pada masa datang akan semakin mengancam kualitas lingkungan hidup. Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman pada dasarnya sudah berada dalam koridor pembangunan yang berwawasan lingkungan sebagaimana ditegaskan dalam Undang-undang (UU) sektor ke-PU-an. Pada pelaksanaannya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RP JMN) II 2010 – 2014 sudah tidak dapat dipungkiri bahwa dalam perkembangannya akan dihadapkan dengan tantangan terjadinya degradasi kualitas lingkungan yang saat ini pun telah mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat. Oleh karenanya, kebijakan pembangunan ke depan harus mampu mendorong peningkatan kualitas lingkungan termasuk dalam pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman, baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengoperasian, maupun dalam proses pemeliharaan bangunan-bangunan konstruksi dan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman. Infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang berwawasan lingkungan tersebut...
Dibaca: 1716 kali Baca Selengkapnya
Beri rating pada artikel ini